Keberadaan teks atau naskah sesuai dengan aslinya sepanjang masa adalah suatu keniscayaan. Sebuah karya klasik misalnya, yang ditulis dengan tangan ketika mengalami kerusakan karena termakan zaman sehingga sebagian hurufnya hilang atau mengalami pergeseran makna, jika hendak ditampilkan kembali dalam format baru, maka hendaknya ia ditampilkan sesuai dengan aslinya. Dan ini bukanlah pekerjaan ringan dan gampang yang dapat dilakukan oleh setiap orang.
Kesusastraan Indonesia lama, misalnya, yang merupakan warisan dari zaman kedatangan Islam yang menggunakan bahasa Arab, pada gilirannya disalin oleh para penulis Indonesia dari satu naskah ke naskah yang lain. Dalam proses penyalinan ini, dengan sengaja atau tidak, telah terjadi banyak distorsi, baik berupa pengurangan, penyalinan, maupun penambahan, yang dalam konteks ini terjadi pada hikayat-hikayat, sehingga menjadi terlalu panjang ceritanya. Sebagai implikasi, terjadilah naskah yang bermacam-macam dan berbeda-beda. Perbedaan ini selain pada panjang-pendeknya cerita juga terjadi pada ejaan bahkan makna.
Hal ini terjadi karena penyalinan karya-karya kesusastraan Indonesia dilakukan dengan tidak teliti atau penyalin bertindak secara subyektif. Dengan demikian, penyalinan (editing) teks atau naskah ini hendaknya dilakukan oleh orang yang memiliki kompetensi dan ketelitian yang tinggi. Yang dimaksud kompetensi di sini adalah kemampuan seseorang dalam memahami bahasa dan dalam menangkap maksud yang terkandung di dalam bahasa tersebut. Hal ini dimaksudkan agar ketika dalam sebuah naskah terdapat kata-kata yang menghendaki pembaruan, dia mampu menampilkan kata yang sama sekali tidak berbeda maksud dengan kata yang diperbarui tersebut, atau memberikan penjelasan. Dengan demikian, penguasaan seluk-beluk bahasa dalam proses penyalinan naskah atau teks juga merupakan suatu keniscayaan.
Dalam khazanah keilmuan, pengetahuan tentang seluk-beluk bahasa dalam kajian terhadap naskah / teks kuno dikenal dengan nama filologi. Dengan demikian, dengan kata lain, mengetahui filologi adalah hal esensi dan asasi dalam proses penyalinan. Tulisan ini akan mencoba memberi deskripsi singkat tentang masalah filologi, terutama berkenaan dengan pengertiannya, dan editing teks / naskah. Selanjutnya uraian tentang perbedaan editing teks / naskah tersebut dalam konteks filologi dan di luar konteks filologi.
Rabu, 01 April 2009
FILOLOGI SEBAGAI EDITING TEKS / NASKAH
Label:
editing,
editing teks,
filologi,
ilmu bahasa,
linguistik,
naskah,
naskah kuno,
tata bahasa,
teks kuno
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar